Posted in

Diduga Tidak Sesuai Standar, Lantai Siring di Jl. Kenanga 2 Terlalu Tipis dan Berpotensi Cepat Rusak

Lubuklinggau — Pekerjaan pembangunan saluran drainase (siring) di Jl. Kenanga 2 menuai sorotan setelah ditemukan dugaan bahwa lantai dasar siring dibuat terlalu tipis dan tidak sesuai standar konstruksi. Pantauan di lapangan memperlihatkan kondisi lantai cor yang terlihat sangat tipis dan tergenang air, bahkan belum menunjukkan kekokohan sebagai struktur dasar saluran.

Padahal, standar pemasangan lantai siring sebelum pembuatan sisi siku aliran telah memiliki ketentuan teknis yang wajib dipatuhi, di antaranya:

1. Penggalian dan Pembersihan Dasar

Gali tanah sesuai ukuran saluran yang direncanakan (kedalaman dan lebar).

Pastikan dasar galian rata, padat, dan bebas dari material lepas, akar, atau sampah.

2. Pembuatan Lapisan Dasar (Base)

Buat dasar saluran dengan lapisan pasir atau pasir urug setebal 5–10 cm.

Padatkan menggunakan stamper atau alat pemadat manual untuk mencegah penurunan tanah.

Namun berdasarkan kondisi terlihat, lantai siring di Jl. Kenanga 2 tampak tidak memiliki ketebalan yang memadai. Diduga lapisan dasar dan pemadatan tanah tidak dilakukan sesuai prosedur, sehingga cor lantai langsung menempel pada tanah dengan ketebalan yang jauh dari standar.

Seorang warga menyampaikan kekhawatirannya.

> “Kalau dasar siring setipis itu dan tidak dipadatkan sesuai aturan, bisa cepat retak, jebol, atau ambles saat hujan deras,” ujarnya.

Ketidaksesuaian dengan spesifikasi ini dapat menyebabkan kerusakan dini, penyumbatan aliran air, bahkan potensi banjir jika struktur tidak mampu menahan tekanan air dan sedimentasi.

Warga berharap pihak pengawas proyek dan Dinas PUPR setempat segera turun mengecek ketebalan lantai siring serta memastikan seluruh tahapan pengerjaan sesuai RAB dan standar teknis.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait.

Masyarakat berharap proyek ini tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi standar kualitas agar tidak membuang anggaran sia-sia.

SETIAP MASA ADA ORANGNYA
SETIAP ORANG ADA MASANYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *