Posted in

Rehab Rp130 Juta Jembatan Gantung Diduga Asal-Asalan

Lubuklinggau — Polemik kondisi Jembatan Gantung di wilayah Moneng Sepati kembali mencuat setelah plat besi jembatan yang baru direhabilitasi tampak hampir terlepas dari lasannya. Proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp130 juta untuk perbaikan jembatan gantung dan penerangan lampu jalan itu kini dipertanyakan kualitasnya oleh masyarakat.

Kerusakan dini tersebut membuat warga dari RT 01 hingga RT 10 Tabapingin kompak menyampaikan keluhan. Dalam rapat bersama para ketua RT, masyarakat sepakat bahwa jembatan gantung Tabapingin di RT 01 harus menjadi prioritas perbaikan karena kondisinya sangat vital bagi akses warga Musi Rawas dan Kota Lubuklinggau.

Ketua-ketua RT telah menuangkan kesepakatan tersebut dalam Berita Acara (BA) rapat. Mereka menyampaikan bahwa meski anggaran terbatas, masyarakat berharap rehabilitasi tetap dilakukan dengan maksimal dan memenuhi standar keamanan.

“Kami sudah rapat bersama seluruh Ketua RT Tabapingin. Kesepakatannya sudah dituangkan dalam BA. Jembatan gantung ini harus diperbaiki karena sangat vital bagi akses masyarakat. Meski anggaran terbatas, kami tetap mengupayakan perbaikan sebaik mungkin,” ujar Lurah Tabapingin, Rizal Haitami.

Lurah juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan anggota DPRD Dapil Selatan, H. Tabrani, yang memberikan respon positif serta mendukung rencana perbaikan jembatan tersebut. Dukungan ini diharapkan mempercepat penanganan mengingat kondisi jembatan sudah membahayakan masyarakat yang melintas.

Sementara itu, warga menilai kerusakan plat yang nyaris terlepas pada jembatan hasil rehab sebelumnya menunjukkan lemahnya kualitas pengerjaan. Mereka berharap pemerintah meninjau ulang hasil pekerjaan dan melakukan perbaikan yang benar-benar memenuhi standar keselamatan.

“Perbaikan baru selesai, tapi platnya sudah hampir copot. Ini sangat membahayakan. Kami ingin perbaikan yang benar-benar layak,” keluh warga.

Lurah Rizal Haitami menegaskan bahwa ia bersama ketua-ketua RT akan mengecek langsung kondisi jembatan ke lokasi untuk memastikan langkah perbaikan selanjutnya.

SETIAP MASA ADA ORANGNYA
SETIAP ORANG ADA MASANYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *